Just The Way I'm

Just The Way I'm

Friday 3 August 2012

"MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL-ASHR (WAKTU)".

"MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL-ASHR (WAKTU)".

1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.
(QS Al-Ashr).

Menurut jumhurul mufassirin (mayoritas pakar tafsir), surat Al-Ashr adalah surat makiyyah (surat yang diturunkan di Makkah). Surat ini merupakan surat yang sangat pendek, mesikpun bukan yang terpendek dalam Al-Qur'an. Karena sebagaimana sudah maklum, bahwa yang terpendek adalah surat Al-Kautsar.
 
Surat Al-Ashr, meskipun pendek, akan tetapi sangat dalam makna yang terkandung di dalamnya. Hal-hal yang terkandung di dalamnya sangat komplek. Kekomplekkan tersebut menyangkut kebahagiaan, kesengsaraan, serta kesuksesan dan kegagalan manusia hidup di dunia. 
Maka, penulis sepakat dengan ungkapan yang menyatakan, "Surat Al-Ashr merupakan filosofis kehidupan."
 
Mengenai surat Al-Ashr ini, Imam Syafi'i mengungkapkan, "Seandainya Allah tidak menurunkan selain surat ini, maka sudah cukup bagi manusia." Dalam ungkapan lain, Imam Syafi'i mengatakan, "Seandainya manusia mau merenungi apa yang terkandung dalam surat ini, niscaya sudah cukup baginya." Bahkan Imam yang lain mengatakan, "Bahwa surat Al-Ashr mencakup seluruh ilmu yang terkandung dalam Al-Qur'an." (Lihat Syeikh Tohir Asur, Tahrir wa At-Tanwir, Halaman 528).
 
Mari kita renungi bersama surat ini. Ayat pertama dari surat ini, Allah menggunakan sumpah dengan memakai "al-ashr" (waktu). Sudah kita maklumi bersama, ketika Allah mengungkapkan, memerintah, melarang, atau bahkan mensyari'atkan sesuatu, maka tentu ada rahasia di balik itu. Meskipun rahasia-rahasia di balik itu semuanya, hanya sedikit saja yang dapat dijangkau oleh nalar manusia. Selebihnya, yang mengetahui hanyalah Allah.
 
Allah menggunakan sumpah dengan memakai waktu. Secara tidak langsung, kita sadar atau tidak sadar, Allah mengingatkan kita agar senantiasa memperhatikan waktu. Karena waktu sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan manusia di dunia.
 
Dikisahkan dari At-thabrani, sanad dari Ubaidillah bin Abdullah bin Khusein Al-Anshari berkata, "Ada dua sahabat Rasulullah SAW. Ketika keduanya bertemu, sebelum keduanya berpisah, salah satu di antaranya membaca surat Al-Ashr. Setelah itu, mereka berjabat tangan seraya mengucapakan salam." Begitulah kebiasaan mereka berdua setiap berjumpa.
 
Ada dua pesan yang disampaikan dalam surat ini kepada kita semua. Pertama, mengingatkan kita terhadap pentingnya waktu. Kedua, pada hakikatnya, manusia adalah tergolong rugi, kecuali orang yang mempunyai empat sifat. Empat sifat tersebut adalah iman, amal shaleh, berwasiat al-haq (berpesan kebenaran), berwasiat sabar. Siapa pun orangnya yang telah memiliki atau telah disebut orang yang memiliki empat hal tersebut, maka orang tersebut termasuk golongan yang yang beruntung alias tidak merugi.
 
Wallahu a'lam. 


NOTE :


Hadits Rasulullah SAW:


“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara:
1. Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
2. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
3. Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
5. Hidupmu sebelum datang kematianmu.”

No comments:

Post a Comment