Just The Way I'm

Just The Way I'm

Thursday, 26 January 2012

im the REDS !!

REGISTRATION
Thank you. Your Registration is complete.
Please note or print the information below for future reference. Print this page
·         Username: escanddar@yahoo.com
·         Password: *****18
For security purposes, you must confirm your email address (Username). A validation email has been sent to you at escanddar@yahoo.com and you must follow the brief instructions in the validation email to ensure that your account remains fully active.
A copy of these details has been sent to your email address (Username). If the email does not arrive then please check any email blocking settings or software you have in place. In particular, ensure that the email has not been sent to a "Junk", "Spam" folder or similar in error. Remember that such settings may have been automatically applied by your email service provider.
If you need to correct or update any of your account information then visit My Account.
If you have any other questions about your registration then please use the Contact Form.
Return to Homepage




lg real kan..........


---->

Liverpoolfc.tv Registration Confirmation

Dear Aemyrs
Your Registration is complete. Thank you. Please make a note of the information below for future reference.
For security purposes, you must confirm your email address (Username). A validation email has been sent to you at escanddar@yahoo.com and you must follow the brief instructions in the validation email to ensure that your account remains fully active.
If you need to correct or update any of your account information then visit "My Account" to make changes athttps://www.liverpoolfc.tv/cgi-bin/eup. A link to "My Account" is also available at the top of the Liverpoolfc.tv homepage.
If you have any other questions about your registration then please contact us athttp://www.liverpoolfc.tv/contact/.
Thanks for your support,
The Liverpoolfc.tv Team.
PLEASE DO NOT RESPOND TO THIS EMAIL.
This is a one off service statement.
If you have any further questions please contact us via our online form at http://www.liverpoolfc.tv/contact/
Liverpool Football Club is a company registered in England and Wales with the following details:
Company Number: 35668 VAT Registration No: 325 1957 56
Registered Office: Anfield Road, Liverpool, L4 0TH
Trading Office: Anfield Road, Liverpool, L4 0TH 

Barclays Premier League Table

Barclays Premier League Table

Mencari Makna Diri Dalam Bertuhan..

Sememangnya, tafsiran atau cara pandang manusia melihat sesuatu sangat terpencar-pencar. Jadi, dalam proses kemenjadian pasti manusia akan ada pertentangan cara pandang antara satu sama lain.
Jadi, pengalaman merasakan diri-Tuhan-alam kemungkinan juga diterjemahkan menerusi Tabula Rasa – di mana ia melihat manusia dilahirkan tanpa ada pengisian mental, dijadikan sedia putih dan kosong.
Lantas, pengalaman dan persepsilah yang membina alamiah minda manusia. Lantaran itu, ada sahaja yang menilik ranah diri-masyarakat-Tuhan di dalam identiti penaakulan yang terbelah-belah.
Ya, kalau manusia itu boleh bersatu sekali pun, mereka tidak akan mungkin mempunyai waras yang sama. Itu pasti bukan.
Terus, pengalaman intelektual  lampau pada abad ke-16 yang memulai era pencerahan bernama Emmanuel Kant merumuskan bahawa manusia merupakan makhluk yang terbit dengan fikrah.
Hasil pertemuan naluri-identiti diri ini dapat menjanjikan keadaan sedar yang dikonsepkan sebagai Perpetual Peace (Aman-Kekal). Rasa ini mesti dilatari dengan keadaan mental yang tercerah atau pernah juga dikemukakan oleh Kant sebagai pembebasan pemikiran manusia; slogan Sapare Aude yang bermaksud ‘Berani untuk menggunakan kefahaman sendiri!’.
Pemahaman dan pengalaman manusia
Jadi, pemahaman dan pengalaman manusia tentu sahaja akan dihinggapi dengan nilai yang tidak statik dan larut dalam semangat zaman Zeitgeist asing-masing. Seperti mana Weltanschauung (Pandangan Dunia) itu dipisahkan secara terpencar-pencar, apatah lagi interpretasi manusia.
Jadi, di sini, mestinya proses mencari makna keberadaan diri-nilai-Tuhan ini dirujuk menerusi pegangan yang sangat melebihi akal yang tercapai.
Slogan lumayan Cogito Ergo Sum yang membawa maksud ‘Aku Berfikir Maka Aku Ada’ yang dibentangkan oleh pemikir bernama Rene Descartes juga memiliki pandangan bahawa kembara mencari diri manusia ini adalah secara objektif.
Bahawasanya, nilai pemahaman satu manusia dengan manusia yang lain sememangnya ditindih antara satu tingkat ke tingkat yang lain.
Dalam mencari Tuhan juga, bukan semuanya terbit dalam pencerahan. Dalam diam, akan ada sisi nihil dan kecewa dengan dunia. Jadi, keputusan akhir yang disimpulkan — Dunia ini gelap, pesimis dan tidak berTuhan.
Tentu sahaja rujukan boleh diperoleh dengan pemahaman anti-pencerahan yang diusulkan Nieszcthe menerusi Thus Spake Zarathustra. Tapi, ianya tidak semudah itu. Pengalaman Niesztche bertindan dengan pengalaman asingnya mencari kemutlakan yang menyantuni dualisme — moral dan kuasa.
Jadi, perlawanan ini pasti akan ada kalah-menangnya tapi janganlah kita membuat keputusan akhir bahawa itu adalah matlamat kita yang paling akhir kerana beban ini ada dinamika yang tersendiri.
Mencari Tuhan juga bermakna mencari diri. Ini hal yang saya setuju ~  pergi mampuslah jika ada yang menyanggahnya.
Diri berTuhan
Mungkin idea saya ini salah atau benar. Terpulanglah kepada para pembaca memberi nilai masing-masing. Manusia secara lumrahnya akan merasakan diri mereka berTuhan  dalam mencari pemaknaan terhadap diri. Ini pilihan dan fahaman masing-masing.
Ada kelompok yang anti-agama mahu pun pro-agama punya definisi tersendiri tentang Tuhan. Tapi akhirnya, mereka percaya ada garisan himbau sangat ‘transenden’ tersaling di antara latar Tuhan-agama atau agama-Tuhan.
Ini persepsi alamiah manusia, mungkin kita pernah terfikir bagaimana itu Tuhan, apa bentuknya atau siapa dia. Inilah naluri seorang manusia. Jalan mencari Tuhan terpencar-pencar tetapi  akan ada satu ikatan atau matlamat akhir yang ditemukan yakni Tuhan.
Memetik kepada tulisan Amaluddin Zhafir dalam ‘Mencari Diri’ (http://roketkini.com/2011/12/29/mencari-diri-oleh-amaluddin-zhafir/) dan Firdaus Zolkifli ‘Mencari Tuhan’ (http://roketkini.com/2011/12/15/mencari-Tuhan-bah-i-oleh-firdaus-zolkifli/ dan http://roketkini.com/2011/12/19/mencari-Tuhan-ii-oleh-firdaus-zolkifli/), saya percaya mereka masing-masing cuba membelakangkan satu sama lain, sama ada memperlihatkan siapa lebih benar atau pun menampakkan mahalnya gaya fikir mereka.
Tapi, tidak salah untuk saya mengakui akal budi masing-masing. Bagi Firdaus, lingkaran Hegel-Feurbach-Marx yang membenarkan idealisme Hegel dalam dialektika, Feurbach yang mengkehadapan masalah sisi-sisi agama mahu pun praxis (praktis) Marx yang melihat masyarakat sebagai realiti juga merupakan jalan-jalan menuju Tuhan.
Namun, hal ini disanggah Amaluddin Zhafir menerusi ‘Mencari  Diri’ kerana mereka (lingkaran Hegel-Feurbach-Marx)  semuanya menterbalikkan hal-hal mudah menjadi payah untuk larut di dalam ranah masyarakat.
Ahh, perihal kebanalan juga dapat dikesan dalam pendekatan semudah bahasa rojak mahu pun falsafah yang melontarkan manusia ke dalam kegilaan — Ini peringatan untuk Zhafir supaya jangan mudah membentes yang lainnya.
Kenapa sibuk mencari Tuhan?
Charles Horton Cooley, seorang ahli psikologi terkemuka di Amerika sekitar 2006 pernah bingkas dengan teori bagaimana manusia membesar di dalam masyarakat mempengaruhi cara pandang yang berbeza – ‘Looking Self Glass’ adalah suatu konsep psikologi-sosiologi yang membenarkan bahawa setiap deria (logos) dimanipulasi dalam keadaan sekeliling mereka.
Jadi menghimbau kembali pemaknaan diri dan Tuhan ini sebenarnya berkait rapat dengan status geografi  dan skop komuniti yang berinteraksi dengan mereka. Jadi, pertentangan Zhafir terhadap Firdaus yang dilihat tidak boleh tidak berkait dengan sisi kehidupan mereka, bukan makna salah atau tidak, terpulanglah kepada masing-masing.
Akhirnya kita percaya Tuhan-manusia-diri-identiti adalah nilai-nilai yang tersemat dalam rata-rata pengalaman mencari Tuhan. Kerana mencari Tuhan juga bererti mencari diri.
Hidup ini untuk apa? Kenapa kita sibuk berbicara mencari Tuhan? Kerana akhirnya kita sedar bahawa dalam mencari Tuhan kita pasti menemui diri kita sendiri.
Jadi, janganlah dangkal muntuk cuba memisahkan hubungan lanjut antara diri dan Tuhan. Sememangnya Tuhan ada di dalam diri setiap manusia dalam sedar mahu pun tidak. 

HIV Bukan Penyebab AIDS? (credit to Mahligai coz sending this to my Email)

3DScience Citra virus HIV 3 Dimensi
Pernyataan kontroversial tentang HIV dan AIDS datang dari Bryan Fischer, Director of Issues Analysis for the American Family Association, dalam program siaran radio Focal Point. Ia mengatakan bahwa AIDS tidak disebabkan oleh infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV).

"Alasan HIV dinyatakan sebagai penyebab AIDS hanya untuk mendapatkan dana menunjang penelitian," kata Fischer seperti dikutip Daily Mail, Jumat (6/1/2012).

Menurut Fischer, jika AIDS hanya disebabkan oleh perilaku, maka uang tidak akan didapatkan untuk mendanai aktivitas penelitian. HIV hanyalah virus yang sengaja dikambinghitamkan agar uang bisa didapatkan.

Dengan adanya HIV, maka para peneliti bisa berteriak, "Kami harus membunuh virus ini dan kami membutuhkan miliaran dollar untuk penelitian."

Menanggapi pernyataan itu, Sir Nick Partridge, Chief Executive of AIDS Charity The Terrence Higgins Trust, mengatakan, "Anda tahu, ini tak masuk akal. Ini hal tak masuk akal yang berbahaya."

Menurut Partridge, bukti penelitian telah ada. Penderita AIDS yang mengonsumsi obat antiretroviral bisa bertahan hidup, sementara mereka yang tidak, akan lebih cepat menemui kondisi buruk.

Jonathan Ball, profesor virologi dari Universitas Nottingham, mengatakan bahwa argumen Fischer lemah dan tak bermoral.

"Argumen yang digunakan untuk menyatakan bahwa HIV tidak menyebabkan AIDS sangat lemah jika ditinjau dari bukti epidemologi, ilmiah, dan medis," kata Ball.

Jika tak ditangani, maka 95 persen orang dengan HIV akan semakin memburuk dalam 10 tahun. Beberapa orang yang terinfeksi HIV, tetapi tidak berkembang menjadi AIDS adalah resistensi yang menyebabkan lambatnya infeksi virus HIV.

Komentar Fischer didasarkan pada hasil penelitian Peter Duesberg, ilmuwan asal Universitas California, Berkeley. Hasil penelitiannya menegaskan bahwa tidak ada alasan HIV menyebabkan AIDS.

duduk antara dua sujud.. (credit to Mahligai coz send this to my Email)

BESARNYA makna DOA YANG KITA LUPAKAN – 
semasa duduk antara dua sujud.. 

Dalam tidak sedar. 
Setiap hari kita memohon didalam solat kita..tetapi sayangnya, kita hanya memohon tanpa memahami.. 
sekadar tersebut dibibir, tetapi tidak tersentuh dari hati kita selama ini.. 

Marilah kita mula menghayati ketika kita duduk di antara dua sujud semasa solat.. 

Dengan rendah hati nyatakanlah permohonan ampun kepada Allah 

Rabbighfirli (Tuhanku, ampuni aku) 

Diamlah sejenak, 

buka dada dan diri kita untuk menerima ampunan dari Allah seperti membuka diri ketika merasakan hembusan angin sepoi-sepoi atau menerima curahan air hujan ketika kita masih kecil 

Tetaplah membuka diri kita untuk menerima ampunan Allah 

Ulangi permintaan itu beberapa kali hingga kita merasakan ketenangan Kemudian sampaikanlah permintaan kedua, 

Warhamni (sayangi aku) 

Diam dan tundukkanlah diri kita untuk menerima kasih-sayang Allah yang tak terhitung besarnya 

Bukalah dada kita seluas-luasnya agar semakin banyak kasih-sayang Allah yang kita terima 

Ulanglah beberapa kali hingga kita merasa cukup Berturut-turut sampaikanlah permintaan2 
berikut dengan cara sebagaimana tersebut di atas, satu persatu.. 

* Wajburnii (tutuplah aib-aibku) 
* Warfa'nii (angkatlah darjatku) 
* Warzuqnii (berilah aku rezeki) 
* Wahdinii (berilah aku petunjuk) 
* Wa'fuannii (maafkan aku) 

Setelah selesai, diamlah sejenak lalu sampaikan rasa syukur kita, Betapa besarnya nilai sebuah doa ini.. 
sebuah doa yang kita hanya lewatkan begitu sahaja.. 

Dalam tidak kita sedar selama ini kita seperti sedang berpura-pura memohon sesuatu tetapi hati antara 
tidak dan mahu pantaslah Allah perlakukan kita begitu.

Kebaikan tanpa beriman balasan sekadar di dunia

ALLAH SWT menciptakan akhirat bagi memberi balasan kepada makhluk terhadap apa dilakukan ketika hidup di dunia. Mereka diciptakan untuk mengabdikan diri serta melakukan kebaikan sesama manusia. 

Firman Allah SWT bermaksud: “Sesiapa melakukan kebaikan sama ada lelaki atau perempuan, semuanya akan mendapat kehidupan baik di dunia dan akhirat dan mendapat balasan baik dari apa yang mereka lakukan.” (Surah An-Nahl, ayat 97)


Allah SWT memberi penghormatan kepada insan yang sentiasa menambah kebajikan mereka dari semasa ke semasa. Begitu juga kejahatan yang dilakukan. Hanya dua daripada tiga golongan mendapat penghormatan ini kerana usaha mereka.

Sabda Baginda SAW kepada sahabat: “Mahukah aku ceritakan pada kalian mengenai tiga golongan manusia. Pertama, mereka yang sentiasa berusaha mendampingi Allah SWT dengan melakukan kebaikan lalu mereka didampingi Allah SWT. Kedua, mereka malu kepada-Nya untuk melakukan kejahatan lalu Allah SWT malu untuk menolak permohonan mereka dan ketiga, mereka yang menyimpang terus daripada Allah SWT apabila bergelumang dengan maksiat lalu Allah melupakan mereka.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim) 

Mereka dianggap melupai Allah SWT dan dijauhkan daripada rahmat-Nya. Firman Allah SWT bermaksud: “Mereka lupa kepada Allah dan Allah akan terus melupakan mereka.” (Surah At-Taubah, ayat 67) 

Golongan ketiga ini dikategorikan sebagai menipu Allah SWT seperti disebut dalam Al-Quran antaranya firman bermaksud: “Mereka menipu Allah SWT dan mereka akan tertipu.” (Surah An-Nisa’, ayat 142) 

Dua golongan disebut melakukan kebaikan dan menjauhkan kejahatan dianggap membantu agama Allah SWT dan mendapat pertolongan. Mereka yang melakukan sesuatu untuk Allah SWT mendapat ganjaran terbaik. 

Firman Allah bermaksud: “Jika kamu menolong agama Allah SWT nescaya kamu akan mendapat pertolongan.” (Surah Muhammad, ayat 7) 

Sabda Nabi SAW bermaksud: “Kamu tidak akan meninggalkan sesuatu untuk Allah selain digantikan dengan yang lebih baik daripada itu.” (Hadis riwayat Ahmad) 

Islam dan iman menjadi syarat utama untuk menerima ganjaran di akhirat dan diharamkan sama sekali bagi orang kafir mendapat balasan baik di sana. 

Mereka hanya mendapat kesenangan dan penghormatan dunia manakala Muslimin mendapat kedua-dua manfaat daripada kebaikan mereka. 

Nabi SAW bersabda bermaksud: “Sesungguhnya orang kafir dapat sedikit habuan ketika di dunia atas segala kebaikan mereka lakukan.” 

Riwayat lain menyebut: “Mereka yang kafir tiada apa yang dapat mereka hasilkan di akhirat manakala orang yang beriman akan menuai hasil yang banyak di akhirat dan kurniaan rezeki yang melimpah dalam kehidupan dunia.” (Hadis riwayat Muslim) 

Firman Allah SWT yang bermaksud: “Mereka yang kafir dan sesat akan menerima balasan berganda di akhirat kelak sebagai balasan atas kesesatan dan kerosakan yang mereka lakukan.” (Surah An-Nahl, ayat 88) 

Menunjukkan bahawa segala tindakan mereka tiada mempunyai asas yang kukuh dan akhirnya menjurus kepada kerosakan semata-mata menuntut ganjaran dunia yang sedikit. Oleh itu, kita melihat hadiah banyak ketika musim perayaan dan ucapan manis dituturkan bertujuan melancarkan perniagaan mereka. 

Mereka yang mengaku beriman juga menerima nasib sama apabila segala kebaikan dilakukan mempunyai tujuan sama. 

Ulama bersepakat mengatakan orang kafir yang mati tidak membawa apa-apa kebaikan. Mereka hanya mendapat sedikit penghormatan ketika di dunia daripada kebaikan dilakukan seperti berbuat baik sesama manusia, menderma dan memuliakan tetamu.